Sabtu, 09 Februari 2013

MAKALAH INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER



MAKALAH
INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER






GILANG RAMAHENDRA
110753018

        POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG        
BANDAR LAMPUNG
2012






BAB I
PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG

Secara pertimbangan Ergonomi itu sangat di butuhkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerja yang ENASE (efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien).

2.      RUMUSAN MASALAH
       Di lihat dari latar belakang di atas dapat di ambil suatu masalah yaitu apa saja hal yang mengenai ergonomi yang di gunakan pada setiap orang.


3.      TUJUAN
1. Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental, dengan meniadakan beban kerja tambahan (fisik dan mental), mencegah penyakit akibat kerja, dan meningkatkan kepuasan kerja.
2. Meningkatkan kesejahteraan sosial dengan jalan meningkatkan kualitas kontak sesama pekerja, pengorganisasian yang lebih baik dan menghidupkan sistem kebersamaan dalam tempat kerja.
3. Berkontribusi di dalam keseimbangan rasional antara aspek-aspek teknik, ekonomi, antropologi dan budaya dari sistem manusia-mesin untuk tujuan meningkakan efisiensi sistem manusia-mesin.
.





BAB III
 ERGONOMI
A.      PENGERTIAN
Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam rangka membuat sistem kerja yang ENASE (efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien).
Istilah “ergonomi” berasal dari bahasa latin yaitu ERGON (KERJA) dan NOMOS (HUKUM ALAM) dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain atau perancangan (Nurmianto, 2008). Menurut Sutalaksana (1979), egonomi adalah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman . Ergonomi berkenaan berkenaan pula dengan optimasi, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan manusia ditempat kerja, di rumah, dan di tempat rekreasi.Ergonomi disebut juga sebagai Human Factors. Ergonomi juga digunakan oleh beberapa ahli pada bidangnya misalnya: ahli anatomi, arsitektur , perancangan produk, fisika, fisioterapi, terapi pekerjaan, psikologi, dan teknik industri (definisi ini berdasar pada International Ergonomics Association). Ergonomic dapat berperan pula sebagai desain pekerjaan pada suatu organisasi, misalnya: penentuan jumlah jam istirahat, pemilihan jadwal pergantian waktu kerja, meningkatkan variasi pekerjaan. Ergonomi dapat pulaberperan sebagai desain perangkat lunak karena dengan semakin banyaknya pekerjaan yang berkaitan dengan computer
B.                  ANATOMI
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh manusia,berasal dari bahasa yunani “ana”yang berarti habis atau keatas dan “tomos” yang berarti memotong atau mengiris.Maksudnya anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh(manusia) dengan cara nenguraikan tubuh(manusia)menjadi bagian yang lebih kecil kebagian yang paling kecil,dengan cara memotong atau megiris tubuh (manusia) kemudian diangkat,dipelajari,dan diperiksa menggunakan mikroskop.
            Anatomi dibagi menjadi dua bagian yaitu
1.     Anatomi Macroscopia,dan
2.     Anatomi Microscopia.
Anatomi yang akan diajarkan untuk memperdalam atau untuk memahami ilmu  gerak adalah anatomi macroscopia yang tergolong dalam anatomi systematica yang meliputi Osteologi,arthrologi dan mmyologi,dan anatomi regionale yang meliputi Regio membri superioris (anggota gerak atas),Regio membri inferioris (anggota gerak bawah),Regio thoracalis(dada) dan Regio abdominalis(perut)
C.    PSIKOLOGI
Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.

1.1     Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli

Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:
  1. Pengertian Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2. Pengertian Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  3. Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
  4. Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku.Pada hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku.Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku.Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas.

1.2  Ilmu psikologi dikelompokkan dalam beberapa bidang, yaitu :
  1. Psikologi Perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku yang terdapat pada tiap-tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya.
  2. Psikologi Pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam situasi pendidikan.
  3. Psikologi Sosial, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.
  4. Psikologi Industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia industri dan organisasi.
  5. Psikologi Klinis, ilmu  yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek psikisnya.
D.    Engineer
Engineering adalah suatu ilmu keteknikan yang dipraktekkan ke dalam kehidupan kita untuk mempermudah kita dalam melakukan sesuatu.Engineering mampu mengatasi permasalahan yang ada di sekitar kehidupan sehari-hari dari hal yang terkecil hingga besar.Dan engineering juga mempunyai kontribusi yang besar untuk kemajuan pembangunan suatu negara.
Jadi pengertian engineer/insinyur adalah seseorang yang bekerja di bidang engineering dan mampu menggunakan ilmunya untuk menghasilkan suatu benda yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.Seorang engineer/insinyur juga membantu memecahkan permasalahan dibidang teknologi yang ada.
Insinyur yang bekerja di pabrik, memiliki peran mengawasi proses produksi, menentukan penyebab kerusakan alat, dan menguji produk untuk menjaga kualitas. Seorang insinyur juga dapat bekerja di kantor, pertambangan, laboratorium, dan hampir di semua tempat yang memerlukan teknologi.
Para engineer/insinyur melakukan berbagai percobaan dan mengujinya untuk menemukan sebuah penemuan baru yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak.Dalam pekerjaannya, insinyur banyak menggunakan komputer.Komputer digunakan untuk merancang dan mendesain sebuah alat, menguji kerja mesin, atau membuat sistem yang rumit.







BAB III
HASIL PEMBAHASAN



Dari penjelasan dan penjabaran diatas maka dapat kami analisa dan simpulkan tentang gambar kokpit pesawat menjadi seperti dibawah ini:

1.      Anatomi

-          pengukuran dalam dalam berbagai posisi standar dan tidak bergerak seperti berat, tinggi saat duduk/berdiri, ukuran kepala, tinggi, panjang lutut saat berdiri/duduk, panjang lengan, dll.
-          Tinggi badan pilot serta berat badan pilot juga sangat mempengaruhi ketika sedang mengendalikan pesawat, jadi tinggi dan berat badan juga harus sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.
2.      Psikologi
-          Dari segi psikologinya pilot harus bisa memiliki perasaan senang ketika menjalankan pesawat, berfikir positif , memiliki posisi tempat duduk yang nyaman dan bisa mengontrol emosi ketika sedang menjalankan pesawat, selain itu Pilot juga harus bisa menyesuiakan diri dari lingkungan sekitar, dari pengaruh mesin , ruangan , harus memperhatikan kesehatan  dll.
-          Ketika seorang pilot merasa tertekan dan stres maka kendali pesawat tidak akan berjalan dengan baik, bahkan bisa menjadi sebuah bencana atau kecelakaan. Dari segi psikologi sangat menentukan bagaimana laju kemudi sebuah pesawat. 

3.      Manajemen

-           Dari segi manajemen di sini sebuah pesawat terutama pada ruangan kokpit diatur atau dimanage oleh pilot dan co-pilot. Pada kokpit tersebut tersebut aspek manajemen ada pada setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia didalam kokpit.

-          Seperti contoh seorang pilot melakukan pengendalian yang dilakukan dengan suatu alat pengendali untuk mengarahkan pesawat, jadi dari alat pengendali itu pilot dapat memanajemen dan mengarahkan pesawat. Seperti kapan pesawat harus berbelok, kapan harus take off, kapan harus mendarat dan banyak sebagainya.
-          Manajemen waktu juga ada pada kokpit pesawat pada saat keadaan pesawat yang tidak dimungkinkan dan harus melakukan tindakan yang cepat, dengan menggunakan tombol-tombol darurat atau alat pengendali yang terletak di depan yang didesain dapat di jangkau dengan gerak yang terbatas. Pada ruang kokpit dapat membantu memanajemen waktu  secara singkat.
-          Disini juga harus termanajemen bagaimana pesawat tersebut dalam keadaan stabil, selalu hidup dan keamanan yang terjaga serta dapat memberikan kenyamanan dari pengendalian yang ada pada kokpit berimbas baik pada kenyamanan penumpang. Disini manajemen pada kokpit dapat memberi kenyamanan pada penumpang yang ada di ruang penumpang.

4.      Engginering
-          Engineering adalah suatu ilmu keteknikan yang dipraktekkan ke dalam kehidupan kita untuk mempermudah kita dalam melakukan sesuatu.
-          Dari tata letak tombol-tombol mesin yang berfungsi untuk menjalankan pesawat terlihat sudah memiliki kenyamanan karena letaknya terjangkau oleh pilot sehingga pilot tidak perlu berdiri untuk menjangkaunya.
-          Getaran mesin pada kokpit disini menurut kami berkurang karena disisi tempat duduk sudah terlihat nyaman dari bahan khusus sehingga pengguna dapat menyesuaikan diri dengan keadaan pada saat getaran terjadi.

5.      Fisiologi
-          pengertian psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya.
-          Jika dalam kokpit pesawat, dapat diartikan bahwa fisiologi merupakan Keadaan manusia didalam suatu kokpit pesawat tersebut.
-          Tekanan udara didalam kokpit dapat menyebabkan keadaan manusia yang didalamnya mengalami gangguan pada kepala yang berakhir sakit kepala, Ini disebabkan karena ketingian pesawat pada saat terbang. Jadi
-          Kelelahan dapat terjadi ketika manusia melakukan aktifitas-aktifitasnya, Disini Pada gambar menurut analisa kami situasi dan keadaan fasilitasnya pun sudah mendukung dan mampu meminimalisir keadaan tubuh manusia seperti tingkat kelelahan tubuh manusia ketika mengendalikannya. Dengan kemudi yang didesain tertentu untuk mempermudah pengendalian, letak tombol yang dapat dijangkau sehingga pengendali tidak perlu mengeluarkan tenaga yang lebih dengan berdiri atau sebagainya sehingga tingkat kelelahan akan kecil terjadi.

6.      Desain/Perancangan:
-          Dari segi pencahayaan mungkin bisa  dikatakan sangat membantu penglihatan pilot dan ko pilot karena terdapat kaca yang tidak gelap. Sehingga seharusnya untuk pencahayaan yang baik yaitu tidak terlalu berlebihan.
-          Dari peletakkan tombol-tombol dan peralatan sudah tertata sehingga dapat terjangkau oleh pengguna dengan keadaan di dalam ruangan yang tidak begitu besar tetapi dapat menjangkau kendali pada tombol-tombol.

 Aspek –aspek yang mempengaruhi kenyamanan kerja :
1.      Aspek Lingkungan Kerja

-          Aspek Ini  sangat menentukan prestasi kerja manusia. Lingkungan yang tidak kondusif untuk bekerja akan memberikan beban tambahan bagi tubuh dan menurunkan konsentrasi  pada hal tubuh sedang melaksanakan beban utama yaitu tugas yang sedang dilaksanakan.
-          Demikian juga lingkungan dingin, kelembaban relatif, penipisan kadar oksigen, adanya zat pencemar dalam udara semuanya akan mempengaruhi penampilan kerja manusia. Penerangan tempat kerja, adanya kebisingan, lingkungan kimia, biologi dan lingkungan sosial di tempat kerja berpengaruh terhadap prestasi dan produktivitas kerja

2.      Durasi Kerja
-          Lama jam kerja per hari atau per minggu penting untuk dikaji guna mencegah adanya kelelahan berlebihan. Kerja dikatakan efisien apabila waktu penyelesaian berlangsung singkat.

3.      Tipe Pekerjaan
-          Pekerjaan ini di selesaikan dalam jangka waktu yang telah di tetapkan dan harus sesuai.

4.      Beban Psikologi
-          Dari pekerjaan ini seorang pilot tidak akan merasa jenuh karena tata letaknya tidak membosankan, dan juga tidak rumit dan dalam mengendalikan pesawat ini pilot merasa memiliki tantangan tersendiri.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar